Perbuatan ‘Dosa’ yang Kerap Tak Disadari Penumpang Pesawat

‘Dosa’ di Pesawat

Mengambil benda-benda dari laci atas selagi proses masuk pesawat

Banyak di antara kita yang mengalami hambatan ketika sedang menuju tempat duduk kita karena ada penumpang lain berdiri mengalangi jalan. Ia sibuk mengatur-ngatur isi tas yang sudah ditaruhnya di laci atas kabin.

Sebaiknya, biasakan mengatur isi tas sebelumnya atau lakukan sesudah semua penumpang sudah naik. “Kalau perlu bantal leher, tutup mata, buku, sumbat telinga, earphones, laptop, atau apapun, lakukan ketika semuanya sudah duduk di kursinya dan bukan ketika sedang antre panjang menuju kursi mereka,” kata Muzlan.

Anda menghalangi lorong dan mengganggu proses naik pesawat itu tidak baik. Lebih baik lakukan sebelum masuk kabin. Keluarkan semua yang paling dulu diperlukan sehingga tidak usah merogoh-rogoh tas.

Waktu yang salah untuk mengajukan pertanyaan

Yang paling utama janganlah judes pada awak kabin. Bicaralah dengan sopan jika ada masalah. Jika bisa, tunggulah hingga selesai boarding sebelum menanyakan sesuatu.

Boarding adalah waktu sibuk di mana semua orang melakukan begitu banyak hal sekaligus,” katanya. “Kami tidak hanya mengurusi Anda, tapi juga pihak-pihak lain, misalnya awak darat, awak kokpit, penyedia katering, dan pegawai teknis.

Sumbu orang-orang pendek saat itu. Ingat pintunya masih terbuka dan lebih mudah bagi kami untuk memanggil petugas keamanan danmendepak penumpang yang membuat ulah.

‘Menjajah’ lorong

Yang ini mudah dimengerti, yaitu jangan menghalangi lorong. Lorong itu harus lancar setiap saat, terutama untuk mencegah cedera. Cedera bisa terjadi setiap saat.

Kebablasan menggunakan fasilitas ‘hiburan’

Kita semua merasa bosan dalam penerbangan, karena begitulah senyatanya perjalananan udara. Tapi para penumpang seringkali harus diingatkan bahwa mereka tidak bisa begitu saja melakukan apapun semaunya supaya tetap sibuk.

Jangan melakukan yang tidak sopan, deh. Apalagi berlaku mesum dalam penerbangan. Pesawat terbang bukanlah kamar tidur pribadi. Terlalu mabuk atau keterlaluan apapun dan menghina orang lain tentu tidak lucu.

Anda akan disambut oleh penegak hukum segera setelah pesawat mendarat.

Mencoba lebih dahulu keluar pesawat terbang

Kita semua pernah mencoba menjadi yang pertama keluar dari pesawat, walaupun jauh sekali dari pintu keluar, bukan? Nah, pendaratan itu adalah saatnya untuk bersabar, dan penting untuk mematuhinya.

Pramugari tahu Anda harus ke suatu tempat lain. Pramugari tahu anda melihat lampu tanda sabuk pengaman masih menyala. Lalu kenapa bangkit sebelum lampu itu mati?

Pramugari tahu Anda ingin sekali keluar. Tapi haruskah ada penumpang cedera dan kesehatan mereka terganggu sekarang hanya karena ada penumpang lain yang menolak menaati peraturan dan malah memilih untuk mementingkan diri?

Bagaimana kalau sang kapten mendadak menginjak rem ketika sedang merayap di landasan? Anda bisa terjerembab.

Leave a Comment