Mengapa Makanan di Pesawat Rasanya Lebih Hambar?

Makanan di Pesawat Rasanya Lebih Hambar?

Saat kita naik pesawat terbang, mungkin tak semua maspakai penerbangan menyajkan makanan untuk para penumpangnya. Beberapa maskapai tertentu ada yang menyajikan makanan secara gratis dan ada juga yang harus membayar.

Untuk penerbangan jarak jauh, biasanya makanan disajikan beberapa kali tergantung dari lamanya penerbangan dan kelas penerbangan.

Namun pernahkah Anda merasa nafsu makan berkurang ketika sedang berada di pesawat? Makanan yang terlihat lezat bisa jadi terasa hambar di lidah saat disajikan di atas ketinggian.

Itu bukan hanya pendapat para penumpang, tapi juga diakui pihak maskapai. Qatar Airways Culinary Development Manager Decha Mingkwan menjelaskan, hal itu terjadi karena tekanan udara di dalam pesawat yang mempengaruhi telinga dan berujung pada kemampuan lidah dalam merasakan makanan.

“Dulu, kami membuat makanan jadi lebih asin untuk di pesawat,” ungkap Decha di Cengkareng, dilansir dari Antara, Jumat, 27 Februari 2020.

“Namun sekarang, makanan di darat dan di pesawat yang kami buat rasanya sama,” lanjutnya. Ia menambahkan, hal itu dimungkinkan karena sirkulasi udara yang lebih baik di pesawat sehingga tidak begitu mempengaruhi kemampuan mencecap.

Indera perasa memang kurang berfungsi di ketinggian. Tingkat kelembapan yang rendah dan tekanan udara membuat indera perasa jadi lebih tumpul.

Itu yang jadi alasan mengapa maskapai kerap menyajikan makanan pedas atau asin agar lebih terasa. Suara mesin pesawat juga bisa berpengaruh pada ketidakmampuan mencium dan merasakan makanan serta minuman.

Memakai penutup telinga untuk mengurangi suara bising bisa jadi cara termudah agar makanan dan minuman terasa lezat di dalam pesawat, kata Profesr Charles Spence, penulis “Gastrophysics: The New Science of Eating” seperti dikutip dari Telegraph.

Jadi, kalau Anda naik pesawat lagi dan mendapat sajian makanan, cara tersebut mungkin bisa dicoba agar makanan lebih terasa.

Leave a Comment